Gubernur Mirza Tinjau Jalan Menuju Way Rarem, Bedah Rumah, dan Penguatan Keluarga Penerima Manfaat di Lampung Utara

Lampung52 Dilihat

KOHESI.ID, LAMPUNG UTARA — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau langsung kondisi infrastruktur jalan menuju kawasan wisata Bendungan Way Rarem, pelaksanaan program bedah rumah, serta kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) bagi keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Lampung Utara, Kamis (29/10/2026).

Kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Lampung untuk memastikan pembangunan infrastruktur berjalan seiring peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama melalui perbaikan akses jalan, penyediaan hunian layak, dan penguatan kapasitas keluarga penerima bantuan sosial.

Dalam peninjauan infrastruktur, Gubernur Mirza didampingi Bupati Lampung Utara serta Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung. Peninjauan dilakukan pada ruas jalan Pekurun Aji–Keagungan yang mengarah ke kawasan wisata Bendungan Way Rarem.

Ruas jalan tersebut memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan akses menuju destinasi wisata daerah. Kondisi infrastruktur yang baik diharapkan dapat memperlancar aktivitas ekonomi warga, memudahkan distribusi hasil pertanian, dan membuka peluang pengembangan usaha masyarakat di sekitar kawasan wisata.

Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong pembangunan dan peningkatan kualitas jalan agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, baik dalam menunjang aktivitas sehari-hari maupun menggerakkan potensi ekonomi daerah.

Peninjauan lapangan juga menjadi kesempatan untuk melihat kondisi riil infrastruktur sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penanganan agar pembangunan dapat dilakukan secara tepat sasaran dan sesuai prioritas.

Selain meninjau infrastruktur jalan, Gubernur Mirza juga melihat langsung pelaksanaan program bedah rumah di Desa Pekurun Bangi Seribujadi, salah satunya rumah milik warga bernama Abbas atau Basri (36 Tahun).

Berdasarkan keterangan Haryanto selaku penanggung jawab kegiatan, program tersebut menjangkau tiga desa, dengan alokasi 10 penerima manfaat di setiap desa.

Masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp20 juta untuk mendukung perbaikan rumah agar menjadi lebih layak huni.
Dari total bantuan tersebut, Rp17,5 juta dialokasikan untuk pembelian bahan material bangunan, sedangkan Rp2,5 juta digunakan untuk membayar upah tenaga kerja.

Program ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik rumah, tetapi juga meningkatkan kenyamanan, kesehatan, dan kualitas hidup keluarga penerima manfaat.

Peninjauan langsung oleh Gubernur menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan sesuai peruntukannya dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut Basri menyampaikan ucapan terimakasih kepada Gubernur Mirza yang telah mewujudkan harapan dirinya dan keluarga untuk memiliki hunian yang layak.

“Terima kasih kepada bapak Gubernur, saya sangat senang, nantinya saya tinggal bersama isteri, anak dan orang tua, insya allah selesai kurang lebih dua minggu lagi,” ungkap Basri.

Dalam rangkaian kunjungan yang sama, Gubernur Mirza juga berdialog dengan keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dalam kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) di Kecamatan Abung Pekurun.

Dalam suasana akrab, Gubernur menyapa masyarakat, mendengarkan kondisi keluarga penerima manfaat, serta memberikan motivasi agar bantuan sosial yang diterima dapat menjadi salah satu pijakan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Gubernur mengapresiasi semangat para ibu dalam memperjuangkan masa depan keluarga dan pendidikan anak-anak mereka.

“Semangat untuk bangkit, semangat untuk berdaya, dan semangat untuk sejahtera. Saya berharap ibu-ibu semua menjadi perempuan yang kuat dan hebat, yang terus berusaha memberikan kehidupan lebih baik bagi keluarga dan anak-anaknya,” ujar Gubernur Mirza.

Menurutnya, berbagai program pemerintah, mulai dari bantuan sosial, pemenuhan gizi anak, dukungan pendidikan, hingga penguatan ekonomi masyarakat, perlu dimanfaatkan secara optimal agar memberikan manfaat jangka panjang.

Gubernur juga mengajak masyarakat untuk aktif mencari informasi mengenai program bantuan pendidikan, termasuk Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah), sesuai dengan persyaratan yang berlaku.

Ia menegaskan bahwa perhatian terhadap keluarga harus berjalan beriringan dengan upaya membangun kemandirian. Bantuan pemerintah diharapkan menjadi modal awal bagi keluarga untuk memperbaiki kondisi ekonomi, meningkatkan kualitas pendidikan anak, dan secara bertahap mencapai kesejahteraan yang lebih baik.

Kegiatan P2K2 merupakan bagian dari pendampingan keluarga penerima manfaat PKH untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengasuhan anak, pengelolaan keuangan keluarga, kesehatan, pendidikan, serta perlindungan sosial.

Melalui pendampingan yang berkelanjutan, keluarga diharapkan tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mampu mengelola sumber daya yang dimiliki, mengembangkan potensi ekonomi, dan meningkatkan kemandirian.

Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong sinergi dengan pemerintah kabupaten, perangkat daerah, dan pendamping sosial agar berbagai program pembangunan dan perlindungan sosial menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara tepat sasaran.

Kunjungan kerja Gubernur Mirza di Lampung Utara tersebut menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari peningkatan infrastruktur, tetapi juga dari perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat.

Jalan yang semakin baik, rumah yang semakin layak, serta keluarga yang semakin berdaya menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan Lampung yang maju dan sejahtera.
(Pemerintah Provinsi Lampung).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *