Perkuat Hilirisasi Singkong, Unila Hadir dalam Sinergi Pembangunan Nasional Bersama Bappenas dan Sungai Budi Group

Pendidikan20 Dilihat

Bandar Lampung, kohesi.id – Universitas Lampung (Unila) terus memperkuat perannya dalam mendukung pembangunan nasional melalui riset dan inovasi di sektor agroindustri. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pengembangan hilirisasi singkong yang berorientasi pada peningkatan nilai tambah, daya saing, dan keberlanjutan.

Komitmen tersebut tercermin dalam sinergi Unila bersama pemerintah dan industri pada kunjungan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S., pada Sabtu, 25 Juli 2026, di PT Budi Starch & Sweetener Tbk., Gunung Batin, Lampung Tengah.

Peninjauan fasilitas produksi dan pameran inovasi yang menampilkan produk sektor pangan, air mineral, pupuk, serta hasil olahan sawit dan singkong menunjukkan pentingnya penguatan agroindustri dalam menciptakan nilai tambah bagi komoditas dalam negeri. Melalui pendekatan tersebut, satu komoditas dapat dikembangkan menjadi berbagai produk yang memiliki daya saing di pasar nasional maupun internasional.

Penguatan sektor agroindustri menjadi langkah penting untuk mengubah keunggulan komparatif Indonesia menjadi keunggulan kompetitif melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi. Selain mendukung ketahanan pangan, pendekatan ini juga sejalan dengan prinsip green economy yang mendorong pembangunan berkelanjutan dan berorientasi pada masa depan.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPN/Kepala Bappenas menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan singkong nasional tidak hanya bergantung pada peningkatan produktivitas, tetapi juga penguatan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan masyarakat. Pengembangan hilirisasi juga perlu diarahkan untuk memperkuat peran riset dan inovasi dalam menghasilkan produk bernilai tambah.

“Bagian-bagian ini menjadi kawalan kami sebenarnya, bagaimana National Cassava Center yang didirikan dapat memajukan tidak saja mendorong hilirisasi yang lebih baik, tetapi juga kerja sama yang semakin kuat antara dunia usaha dan universitas,” ujarnya.

Pernyataan tersebut semakin menegaskan peran National Cassava Center (NCC) Unila sebagai pusat kolaborasi nasional yang mengintegrasikan riset, inovasi, industri, dan petani dalam pengembangan singkong Indonesia. Melalui NCC, Unila mendorong peningkatan produktivitas, hilirisasi, dan penerapan Good Agricultural Practices guna menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan.

Kolaborasi antara Unila dan Sungai Budi Group juga membuka ruang yang lebih luas bagi pengembangan inovasi berbasis kebutuhan industri. Sinergi tersebut memungkinkan hasil penelitian dan pengembangan teknologi yang dihasilkan perguruan tinggi dapat diterapkan secara nyata, sekaligus memperkuat ekosistem singkong nasional yang berkelanjutan.

Sejalan dengan upaya tersebut, Presiden Komisaris Sungai Budi Group, Widarto, menyampaikan bahwa berbagai inovasi dan praktik industri berkelanjutan terus dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan dan memperkuat daya saing nasional.

“Kunjungan ini dapat memberikan gambaran mengenai proses produksi, pengembangan teknologi, serta berbagai upaya yang telah dan terus kami lakukan dalam mendukung ketahanan pangan, hilirisasi industri, dan peningkatan daya saing nasional,” ujarnya.

Kolaborasi antara Unila dan Sungai Budi Group juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan. Sinergi tersebut memperkuat ekosistem pengembangan singkong nasional melalui keterlibatan pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan masyarakat dalam satu rantai kolaborasi yang berkelanjutan.

Melalui kolaborasi ini, pengembangan singkong diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas dan nilai tambah komoditas, tetapi juga memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global. Upaya tersebut sekaligus menegaskan peran Unila dalam menghadirkan riset dan inovasi yang mendukung pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan. [Magang_Yuki Haniyah Azzahra]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *