BANDAR LAMPUNG — Rektor Universitas Lampung (Unila), Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., I.P.M., ASEAN Eng., melakukan kunjungan langsung ke tiga calon mahasiswa penerima bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah pada Jumat, 10 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Unila dalam memastikan program bantuan pendidikan berjalan tepat sasaran sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, Rektor didampingi jajaran pimpinan universitas, di antaranya Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T., Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Dr. Habibullah Jimad, S.E., M.Si., Dekan Fakultas Teknik Dr. Ahmad Herison, S.T., M.T., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Prof. Dr. Nairobi, S.E., M.Si., Dekan Fakultas Kedokteran Dr. dr. Evi Kurniawaty, S.Ked., M.Sc., serta tim Humas Unila.
Adapun tiga calon mahasiswa yang dikunjungi yakni Alia Rahayu Agustin, calon mahasiswa Teknik Geodesi dari SMAN 13 Bandar Lampung; Anisa Tun Mardiyah, calon mahasiswa Teknik Manajemen dari SMAN 7 Bandar Lampung; serta Rinita Irawati, calon mahasiswa Fakultas Kedokteran dari SMAN 1 Bandar Lampung.
Dalam suasana hangat dan penuh haru, Rektor menyampaikan ucapan selamat secara langsung kepada para calon mahasiswa. Ia juga mengungkapkan tingginya tingkat persaingan masuk Unila tahun ini.
“Yang mendaftar di Universitas Lampung kurang lebih sekitar 23.000 orang dan yang diterima hanya 2.866. Salah satunya adalah ananda semua,” ujar Prof. Lusmeilia.
Ia menegaskan bahwa Unila membuka kesempatan seluas-luasnya bagi seluruh calon mahasiswa tanpa memandang latar belakang ekonomi. Program KIP Kuliah, menurutnya, menjadi instrumen penting dalam mewujudkan keadilan akses pendidikan tinggi.
“Semua punya kesempatan yang sama untuk masuk Unila, termasuk ke fakultas kedokteran. Pemerintah telah memberikan dukungan melalui KIP Kuliah, sehingga mahasiswa tidak hanya bebas dari UKT, tetapi juga mendapatkan bantuan biaya hidup selama masa studi,” tegasnya.
Kunjungan ini tidak hanya menjadi bentuk verifikasi data penerima bantuan, tetapi juga wujud kepedulian dan dukungan moral dari pimpinan universitas kepada calon mahasiswa.
Salah satu calon penerima KIP Kuliah, Rinita Irawati, mengaku terharu atas kunjungan tersebut. Ia tidak menyangka dapat bertemu langsung dengan pimpinan kampus yang akan menjadi tempatnya menimba ilmu.
“Bu Rektor kan pimpinan besar kampus, ada juga Bu Dekan. Ini suatu kebanggaan buat saya. Tadi Kepala Sekolah datang saja saya sudah tidak menyangka, apalagi ini Bu Rektor,” ungkap Rinita dengan penuh haru.
Melalui kegiatan ini, Rektor berharap program KIP Kuliah dapat terus membuka jalan bagi generasi muda Indonesia untuk meraih pendidikan tinggi, tanpa terkendala faktor ekonomi.
“Dengan adanya KIP Kuliah, kami berharap semua anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk berkuliah, bukan hanya mereka yang mampu secara finansial,” tutupnya.(AM)







